
Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diri. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 Februari 2008
Selasa, 19 Februari 2008
bingung
terkadang kita suka bingung ..
"sebetulnya bingng itu bagian dari hidup lho cup.. ?"
"masa sih?"
kadang aku bingung kenapa manusia harus dihadapi dengan kebingungan
"kenapa manusia harus dihadapi dengan pilihan ?"
seorang pria pernah berkata
"pilih dia atau dia?"
"pilih naik kereta bisnis atau kereta eksekutif?"
"pilih masuk ITB atau UI"
seringkali pertanyaan semacam ini terdengar di kuping kita
ini adalah contoh kecil pertanyaan dari seseorang
karena apa ?
karena dia bingung ....
"tuhan menciptakan manusia dengan pilihan" kata seorang ustadz
"ada hitam ada putih"
"ada neraka ada surga"
"ada baik ada buruk"
nah permasalahannya , kapan kita tau kita memilih jalan yang benar ?
dari mana kita bisa tau ?
seorang pria pernah berkata
"lebih baik aku menderita di dunia ketimbang tersiksa di neraka"
ini kah jalan yang tepat ...
?
who knows...
"sebetulnya bingng itu bagian dari hidup lho cup.. ?"
"masa sih?"
kadang aku bingung kenapa manusia harus dihadapi dengan kebingungan
"kenapa manusia harus dihadapi dengan pilihan ?"
seorang pria pernah berkata
"pilih dia atau dia?"
"pilih naik kereta bisnis atau kereta eksekutif?"
"pilih masuk ITB atau UI"
seringkali pertanyaan semacam ini terdengar di kuping kita
ini adalah contoh kecil pertanyaan dari seseorang
karena apa ?
karena dia bingung ....
"tuhan menciptakan manusia dengan pilihan" kata seorang ustadz
"ada hitam ada putih"
"ada neraka ada surga"
"ada baik ada buruk"
nah permasalahannya , kapan kita tau kita memilih jalan yang benar ?
dari mana kita bisa tau ?
seorang pria pernah berkata
"lebih baik aku menderita di dunia ketimbang tersiksa di neraka"
ini kah jalan yang tepat ...
?
who knows...
Rabu, 16 Januari 2008
dinda sayang

dinda sayang
maaf sepertinya
rasa ini harus dipendam
tatap tak menjawab
bagaikan bertepuk sebelah tangan
dinda sayang
kadang memang aku ingin berkata yang sesungguhnya
kadang aku ingin bergegas dan berjalan
akan tetapi hati ini bertolak dari rasa
aku sadar ini belum waktunya
dinda sayang
maaf kalau mata ini sering tak terjaga melihat kain mu
maaf kalau hati ini tak tertahan ketika berada di dekat mu
maaf kalau saat ini aku harus berkata
maaf kalau saat ini aku belum bisa berkata
dinda sayang
dia datang tiba-tiba tepat di mata ku
hati ini menjadi bimbang
dia atau dia
kamu atau dia
dinda sayang
mungkin memang butuh waktu
mungkin aku memang harus belajar
akan tetapi aku harus berkata
aku banyak belajar dari kamu
kata-kata kamu meyakinkan diri ini dalam bersikap
dinda sayang
dia datang dan kamu terlupa
bukan ingin melupakan
terima kasih untuk waktu yang telah datang
maaf sepertinya
rasa ini harus dipendam
tatap tak menjawab
bagaikan bertepuk sebelah tangan
dinda sayang
kadang memang aku ingin berkata yang sesungguhnya
kadang aku ingin bergegas dan berjalan
akan tetapi hati ini bertolak dari rasa
aku sadar ini belum waktunya
dinda sayang
maaf kalau mata ini sering tak terjaga melihat kain mu
maaf kalau hati ini tak tertahan ketika berada di dekat mu
maaf kalau saat ini aku harus berkata
maaf kalau saat ini aku belum bisa berkata
dinda sayang
dia datang tiba-tiba tepat di mata ku
hati ini menjadi bimbang
dia atau dia
kamu atau dia
dinda sayang
mungkin memang butuh waktu
mungkin aku memang harus belajar
akan tetapi aku harus berkata
aku banyak belajar dari kamu
kata-kata kamu meyakinkan diri ini dalam bersikap
dinda sayang
dia datang dan kamu terlupa
bukan ingin melupakan
terima kasih untuk waktu yang telah datang
Selasa, 08 Januari 2008
ungkapan sayang untuk ayah dan bunda

SAAT KAU BERUMUR …
Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapimu dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajari bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kalu buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak, “nggak mau!!”
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannnya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara untuk orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai dia keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kaukatakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama seminggu.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kaukunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kaupakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu sampai pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?” sebagai balasannya, kau jawab, “Ah, Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kaukatakan, “Aku tidak ingin seperti ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kautanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun,dia membelikanmu 1 set furnitur untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kauceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai biaya pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasihat bagaimana merawat bayimu.
Sebagai balasannya, kaukatakan padanya, “Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kaubaca tentang pengaruh negative orangtua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam hatimu bagaikan palu godam.
JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAUBERIKAN SELAMA INI
Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapimu dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajari bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kalu buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna.
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak, “nggak mau!!”
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannnya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun. Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara untuk orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu dia sampai dia keluar rumah.
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya. Sebagai balasannya, kaukatakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama seminggu.
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.
Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kaukunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kaupakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu sampai pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?” sebagai balasannya, kau jawab, “Ah, Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kaukatakan, “Aku tidak ingin seperti ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kautanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun,dia membelikanmu 1 set furnitur untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kauceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh, “Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai biaya pernikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasihat bagaimana merawat bayimu.
Sebagai balasannya, kaukatakan padanya, “Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya, kau jawab, “Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.
Sebagai balasannya, kaubaca tentang pengaruh negative orangtua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam hatimu bagaikan palu godam.
JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAUBERIKAN SELAMA INI
Kamis, 03 Januari 2008
Ridwansyah Yusuf Achmad, Kepala Baru Gamais ITB

astridSenin, 14 - Mei - 2007, 03:27:13
BANDUNG, itb.ac.id – Keputusan Dewan Syuro Keluarga Mahasiswa Islam (Gamais) ITB (13/5) telah mengukuhkan Ridwansyah Yusuf Achmad (Planologi 05) sebagai Kepala Gamais ITB yang baru untuk masa jabatan Mei 2007 hingga Desember 2008. Agtriana Leandini (Planologi 05) sendiri terpilih sebagai kepala departemen Anissa, yang khusus mengkoordinir para mahasiswi muslim di ITB. Berbeda dengan tahun–tahun sebelumnya, Yusuf, panggilan Ridwansyah Yusuf Achmad, mendapatkan amanah yang cukup berat karena ia harus menjalankan tugasnya sebagai Kepala Gamais selama 1,5 tahun.
Menurut Tri Aji Nugroho, mantan Kepala Gamais yang digantikan oleh Yusuf, hal ini memang disengaja untuk mengubah periode kepengurusan Gamais dari Mei–Mei menjadi Januari–Desember.Yusuf sendiri menyingkirkan 4 kandidat lainnya, yakni Surya Kresnanda (Teknik Industri 2005), Cecep Pratama (Matematika 2005), Albaz Rosada (Teknik Elektro 2005), dan Gamma Andika Perdana (Teknik Mesin 2005). Mekanisme suksesi kepengurusan Gamais sendiri terbilang unik. Walaupun seperti pemilu pada umumnya, terdapat proses pencoblosan oleh warga kampus, namun keputusan tertinggi berasal dari Dewan Syuro Gamais itu sendiri.
Pemilu Kepala Gamais sendiri ini sebenarnya telah dimulai awal bulan April, dimana para mahasiswa yang berminat mencalonkan diri menjadi Kepala Gamais ITB harus terlebih dahulu lolos persyaratan administratif, di antaranya adalah mengumpulkan tanda tangan dukungan dari 1000 mahasiswa muslim ITB yang lain.Nampak bahwa pada masa kepengurusan Yusuf nanti, Gamais akan mengalami banyak perubahan. Salah satunya adalah dengan pemindahan sekretariat Gamais ITB menuju tempat barunya di Sunken Court E–02, sehingga bertetanggaan dengan unit kegiatan mahasiswa yang lain.
dinda sayang

kenapa sih kamu harus muncul di dunia ini
kenapa sih kamu harus ada di depan pandangan ini
kenapa sih kamu selalu mengisi kekosongan di pikiran ini
kenapa sih setiap nama kamu tersebut hati ini tak terjaga
kenapa sih kamu selalu menghubungi aku
kenapa sih aku tak bisa berkata apa yang sesungguhnya kepada kamu
dinda sayang...
sampai kapan rasa ini terpendam, ataukah perlu ungkapan terucap ?
Minggu, 30 Desember 2007
they analized my name
Relaxed
Influential
Different
Willing
Adorable
Number one
Swell
Youthful
Aggressive
Happy
Influential
Different
Willing
Adorable
Number one
Swell
Youthful
Aggressive
Happy
Selasa, 18 Desember 2007
Tahun 2008... awal atau akhir ?

Hidup ini selalu pernuh pilihan, semua aktifitas yang kita semua lakukan di dunia ini selalu bermula dari sebuah pilihan. Pilihan untuk belajar atau bermain, pilihan untuk berbadah atau bermaksiat, bahkan diam dan tidak melakukan apa-apa juga bisa disebut piihan.
Hidup ini senantiasa dipenuhi oleh penyesalan, baik itu di awal maupun di akhir sebuah pilihan. Penyesalan karena belajar tidak optimal, penyesalan karena terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna atau penyesalan karena gagal memanfaatkan kesempatan di depan mata.
Hidup ini senantiasa dipenuhi oleh penyesalan, baik itu di awal maupun di akhir sebuah pilihan. Penyesalan karena belajar tidak optimal, penyesalan karena terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna atau penyesalan karena gagal memanfaatkan kesempatan di depan mata.
Pepatah mengatakan bahwa keledai tidak jatuh dua kali, ada juga yang mengatakan bahwa manusia tersandung karena sebuah batu kecil, dan ada juga yang mengatakan perencanaan yang tidak baik akan menghasilkan perencanaan kegagalan.
Sahabat ITB, tak terasa diri ini sudah berada di sebuah penghujung tahun. Dimana mungkin masih terngiang di benak ini, rasa semangat menghadapi tahun 2007. Sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul. Apakah diri ini sudah lebih baik ketimbang tahun lalu ?
Tahun 2008 akan segera datang,persiapan apa yang sudah kita siapkan?. Siapkah diri ini di akhir tahun mendatang ? Apakah aku masih diri ku yang sama atau aku sudah menjadi pribadi yang lebih baik. Tahun 2008 apakah menjadi awal kesuksesan atau akhir dari keberhasilan ?
Sungguh merugi orang-orang yang hari ini lebih buruk ketimbang kemarin. Sungguh beruntung orang-orang yang hari ini lebih baik daripada kemarin
Senin, 17 Desember 2007
dinda sayang
dinda sayang
matahari terbit untuk menyinari hati
awak berhembus untuk meniup gundah ini
hujan turun untuk mendinginkan rasa dan karsa
buat apa matahari terbit kalo bukan untuk menghangatkan
buat apa daun berguguran kalo bukan untuk melindungi
dinda sayang
kadang rasa dan karsa tak selalu sesuai dengan kata dan mata
kadang mata dan kata tak selalu sesuai dengan isi dan raga
dinda sayang
alam berkata, diri berkata
diri terdiam, alam tak menjawab
apakah diri ini harus diam dan tak berkata
sedangkan alam terus mengejar dan tak menjawab
dinda sayang
ini rasa ataukah hanya fana
Langganan:
Postingan (Atom)

